Belajar di rumah secara terus-menerus tentu saja membosankan. Kejenuhan tengah melanda, terutama pelajar, mahasiswa, dan pengajar. Selain tidak boleh bepergian, kecuali yang sangat mendesak, aktivitas berkumpul dengan kolega atau tetangga, juga tidak diperkenankan. Virus corona mampu membolak-balikkan kebiasaan yang telah terpatri.
Disinyalir, dalam dunia pendidikan terutama anak-anak yang masih aktif belajar, terjadi putus pengetahuan. Tidak semua pelajaran mampu memberikan pencerahan kepada setiap siswa. Pelajaran yang dimengandalkan teknik berhitung, berbahasa, dan ketrampilan dapat terwadahi dengan kegiatan belajar daring. Belajar dirumahpun semakin runyam andai orang tua tidak mampu memberi informasi yang jelas kepada anak-anak.
Dibutuhkan keberanian dan niat yang tulus, agar pengetahuan, ketrampilan, suri tauladan tidak terputus hanya karena peristiwa pandemi. Pemerintah dan juga keinginan masyarakat supaya terjadi interaksi antara siswa dengan guru dalam melakukan pembelajaran tatap muka semakin dirasa penting. Keinginan yang menggebu ini diujudkan dalam melaksanakan Pertemuan Tatap Muka Terbatas (PTMT). Harapannya pelaksanaan PTMP sedikit mengobati kerinduan suasana belajar di kelas.
SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta melaksanakan PTMT selama dua hari yaitu Senin – selasa, 14 dan 15 Juni 2021. Pandemi tidak boleh diremehkan. Oleh karenanya sekolah tidak mau mengambil resiko, yaitu dengan protokol kesehatan yang ketat. Perinciannya dapat dilihat dari aktifitas :
Ibu Hj. Dra. Rini Diah Herawati, M.Pd. selaku Kepala Sekolah mengharapkan, meskipun di rumah belajar harus tetap semangat. Tidak boleh kendor. Karena belajar adalah aset untuk hari esok. Sementara Bapak Priyoto, S.Pd selaku Pembina Kesiswaan memberikan informasi tentang kehidupan di sekolah. Tertib, disiplin dan tanggung jawab merupakan pondasi kesuksesan dalam meraih cita-cita.
Komentar Terbaru